Sudah hampir dua minggu ini Ibu sakit keras. Dokter sudah menyatakan bahwa liver ibu mengalami luka permanen akibat diabetes yg dideritanya. Diabetes juga sdh mengenai jantung. Waduh… Subhanallah.. 

Insulin yg diberikan sdh tidak bisa lagi melalui oral (mulut), tetapi harus dibantu dengan insulin yg diinject setiap sejam sekali. Alatnya berupa jarum suntik yg diberi kayak penekan dengan digital timernya. Setiap jam insulin akan masuk dengan sendirinya. 

Beberapa kali ibu mengalami koma, justru bukan karena diabetes atau liver ataupun jantungnya, melainkan karena insulin yg disuntikkan berkala menyebabkan gula darah beliau mencapai 30 (satuannya apa lupa jg, tp seharusnya tidak boleh kurang dari 100). Heran juga pihak RS seperti tertutup dg hal tersebut. Ah.. kami sekeluarga gak puas.

Tepat hari keempat belas Ibu di RS Adi Husada, kami mulai gelisah, karena perkembangan bisa dikatakan nol. Aku mulai berdiskusi dg istriku untuk coba alternatif. Kupilih Reiki, walaupun mahal tetapi sepertinya bisa dijadikan alternatif terbaik dibandingkan klenik dan semacamnya. Istriku pun menyetujui, karena dia pikir yg penting berusaha dulu.

Akhirnya singkatnya aku sdh dibuka oleh pak… (lupa namanya). Diberi sertifikat lagi hehehe.. utk apa lagi ini. Lumayanlah setelah melalui proses sejam aku diberitahu cara penggunaannya. Beliau bilang tenaga dalam yg dulu kupelajari jg boleh ikutan nambah, tetapi jangan disalurkan karena berbeda banget. Wah.. susah banget misahinnya.

Beberapa kali kucoba reiki pada ibu selama di rumah sakit, sambil sedikit pemijatan. Ah belum ada hasil yg nyata kok, gak kayak di film-film.. hehehe… Akhirnya tepat 3 minggu Ibu disana, kami sekeluarga memutuskan memulangkan paksa Ibu. Waduh disertai wanti-wanti dari dokternya, bahwa pihak RS tidak bertanggung jawab jika ada apa-apa nantinya. Walah busuk benar menurutku. Sdh tidak ada perkembangan, bayarnya mahal, udah gitu gak bertanggungjawab lagi. Ah nonsense.. Bismillah, Alloh lah yang tahu nantinya bagaimana.

Sebulan sdh berlalu, Ibu yg berkali-kali koma di RS mengalami kemajuan yg berarti di rumahnya. Sdh bisa duduk dan berjalan sendiri ke depan TV. Setiap hari gula darah dicek sambil praktekin Reiki dan SEFT. Obat kimia juga jalan. Entah pengobatan mana yg membuatnya begitu, yg jelas semua mengalami progress yg sangat berarti. Sungguh sesuatu yg fantastis. 

Alhamdulillah, 3 bulan kemudian aktifitas Ibu sdh normal. Mmmm.. tidak seperti saat sehat dahulu sih, tetapi sdh dapat menyapu, menanam bunga, bahkan mulai mengelola cateringnya lagi. Obat-obat kimia jg sdh mulai berkurang drastis. Subhanallah.. Sekali lagi tidak tahu pengobatan mana yg memberi hasil, bisa jadi semua pengobatan itu berefek sedikit-sedikit saling mendukung.

Tags

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment