Sampah Tanpa Bau (Mengelola Sampah)
February 4, 2009 by ariadrianto
Filed under Kesehatan, Lain-Lain
Ini adalah bulan kelima aku mencoba mengelola sampah rumah tangga menggunakan cara takakura.
Sampah biasanya kubuang seminggu sekali. Sambil membawa kresek sampah seminggu sekali biasanya kubuang di tempat penampungan sampah kedung cowek. Pekerjaan yg sangat menyiksa (hahaha) tapi harus dilakukan, apalagi selalu saja belatung muncul di dalamnya.. ih.. jijay deh.
Tapi itu dulu, sejak lima bulan lalu aku menggunakan teknik takakura. Setelah baca sana-sini, takakura itu intinya sampah jangan sampai basah dan kubur dengan humus.
Model tempat sampahku terdiri dari :
1. Kardus bekas Mie
2. Tempat sampah yg pas utk kardus Mie (aku sendiri pake kayu biasa sbg tempatnya)
3. Humus / kompos dari tanaman
4. Serbuk kayu
Cara buatnya :
- Tempat sampah diisi serbuk kayu sebagai tempat serapan air. alangkah baiknya jika serbuk dimasukkan ke dalam kain, karena dr beberapa percobaan kalau tidak dimasukkan kain akan dibawa semut, sehingga sekeliling tempat sampah jadi sarang semut dan serbuk kayu berceceran.
- Isi kardus di atas serbuk kayu tersebut dengan humus / kompos yg sudah jadi. Jangan menggunakan kompos dari hewan karena baunya gak ketulungan. Isi kompos sampai setengahnya.
- Tutup atasnya dengan apa saja, yg penting gak bisa dimasukin bangsa tikus.

Sampah dapur masukkan saja semua kesitu, lalu timbun sampah dengan kompos yg ada.
Sebagai acuan efektifitas takakura ini, hasil limbah ikan biasanya langsung kumasukkan kesana, dan hasilnya tidak amis sama sekali.
Bahkan kalau ada sisa jeruk kumasukkan, maka baunya menjadi bau jeruk.
Satu hal yg aneh, sampah ini sampai 2-3 bulan tidak penuh. Pembuatan baru itu hanya karena kardus yang jadi lembek atau lagi kepingin buat pupuk untuk tanaman.



Ah… permainan ini … jadi ingat jaman SDBaru-baru ini di kantor sedang demam mainan ini lagi. Baru kutahu bahwa kita bisa menyelesaikannya dalam 5 menit utk seluruh bagian… WOWWW…rekor dunia sendiri sekitar 7 detikan… WOWWWW….Sesuatu yg saat SD dahulu hanya bisa dilakukan kalau kita pecahin dan menyusun ulang.. hahahahahaha….
Ternyata rumusnya sangatlah mudah yaitu :
Patok putih [...]
Setelah melalui pertimbangan masak-masak, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba memasukkan anak kami ke salah satu kursus otak tengah. Berangkat dari rasa pesimis “masak sih bisa ?”, kami menganggapnya investasi pendidikan. Gagal atau sukses sdh bukan masalah, sama seperti kalau menyekolahkan anak.
Hari pertama kursus, si Yufa bilang kalau ternyata warna itu ada bau dan bunyinya. Sesuatu [...]