<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ari Adrianto&#039;s Diary &#187; Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://www.kemarilah.com/category/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kemarilah.com</link>
	<description>ini Diariku... halah... baca aja...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Nov 2010 07:12:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
		<item>
		<title>Tips Cara Olah Susu Tidur</title>
		<link>http://www.kemarilah.com/2009/02/06/tips-cara-olah-susu-tidur/</link>
		<comments>http://www.kemarilah.com/2009/02/06/tips-cara-olah-susu-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 08:13:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariadrianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariadrianto.wordpress.com/2009/02/06/tips-cara-olah-susu-tidur/</guid>
		<description><![CDATA[Susu Tidur sudah menjadi bagian hidup kita. Terutama sekali kalau kita mo membuat susu tidur yg full cream, pasti deh beberapa tidak teraduk dg rata, ada bagian-bagian yg menggumpal. Walaupun sdh dicoba mengaduk dg sekuat tenaga, tetap saja ada yg menggumpal. Sepele tp mengganggu. Biasa kita kalau membuat susu adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Susu Tidur sudah menjadi bagian hidup kita. Terutama sekali kalau kita mo membuat susu tidur yg full cream, pasti deh beberapa tidak teraduk dg rata, ada bagian-bagian yg menggumpal. Walaupun sdh dicoba mengaduk dg sekuat tenaga, tetap saja ada yg menggumpal. Sepele tp mengganggu.</p>
<p>Biasa kita kalau membuat susu adalah dengan cara menuangkan air panas dahulu baru susu tidur dimasukkan. Atau sebaliknya susu dimasukkan baru dituangkan air panas. Kedua-duanya menghasilkan efek yang sama. <br />Agar tidak menggumpal cobalah tuang susu tidur dan gula ke dalam gelas. Lalu <b><i>aduklah terlebih dahulu tanpa air</i></b>, sampai susu dan gula tercampur rata. Baru tuangkan air panas separuh gelas dan aduk setelahnya. Tambahkan air biasa agar dapat diminum segera. Dijamin&nbsp; tidak ada yg menggumpal.</p>
<p>Jika ada yg sdh mengetahui teknik ini, silahkan di share. Dasar tulisan ini dibuat adalah pepatah &#8220;<u><b><i>Karena Nila Setitik, Rusaklah Susu Sebelahnya</i></b></u>&#8220;.</p>
<p>Susu Tidur sering disebut susu bubuk (bubuk = tidur in java. ex: adik mo bubuk, nah itu&#8230;). </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kemarilah.com/2009/02/06/tips-cara-olah-susu-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampah Tanpa Bau (Mengelola Sampah)</title>
		<link>http://www.kemarilah.com/2009/02/04/sampah-tanpa-bau-mengelola-sampah-2/</link>
		<comments>http://www.kemarilah.com/2009/02/04/sampah-tanpa-bau-mengelola-sampah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 04:56:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariadrianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariadrianto.wordpress.com/2009/02/04/sampah-tanpa-bau-mengelola-sampah-2/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah bulan kelima aku mencoba mengelola sampah rumah tangga menggunakan cara takakura. Sampah biasanya kubuang seminggu sekali. Sambil membawa kresek sampah seminggu sekali biasanya kubuang di tempat penampungan sampah kedung cowek. Pekerjaan yg sangat menyiksa (hahaha) tapi harus dilakukan, apalagi selalu saja belatung muncul di dalamnya.. ih.. jijay deh.Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah bulan kelima aku mencoba mengelola sampah rumah tangga menggunakan cara takakura. <br />Sampah biasanya kubuang seminggu sekali. Sambil membawa kresek sampah seminggu sekali biasanya kubuang di tempat penampungan sampah kedung cowek. Pekerjaan yg sangat menyiksa (hahaha) tapi harus dilakukan, apalagi selalu saja belatung muncul di dalamnya.. ih.. jijay deh.<br />Tapi itu dulu, sejak lima bulan lalu aku menggunakan teknik takakura. Setelah baca sana-sini, takakura itu intinya sampah <b>jangan sampai basah</b> dan kubur dengan humus.</p>
<p><i>Model tempat sampahku terdiri dari :</i><br />1. Kardus bekas Mie<br />2. Tempat sampah yg pas utk kardus Mie (aku sendiri pake kayu biasa sbg tempatnya)<br />3. Humus / kompos dari tanaman</p>
<p>4. Serbuk kayu</p>
<p><i><b>Cara buatnya :</b></i>
<ul>
<li>Tempat sampah diisi serbuk kayu sebagai tempat serapan air. alangkah baiknya jika serbuk dimasukkan ke dalam kain, karena dr beberapa percobaan kalau tidak dimasukkan kain akan dibawa semut, sehingga sekeliling tempat sampah jadi sarang semut dan serbuk kayu berceceran.</li>
</ul>
<ol>
<li><img style="max-width:800px;" src="http://ariadrianto.files.wordpress.com/2009/02/img0508a.jpg" height="352" width="439" /></li>
</ol>
<ul>
<li>Isi kardus di atas serbuk kayu tersebut dengan humus / kompos yg sudah jadi. Jangan menggunakan kompos dari hewan karena baunya gak ketulungan. Isi kompos sampai setengahnya.</li>
<li>Tutup atasnya dengan apa saja, yg penting gak bisa dimasukin bangsa tikus.</li>
</ul>
<p><img style="max-width:800px;" src="http://ariadrianto.files.wordpress.com/2009/02/img0509a.jpg" height="352" width="439" /></p>
<p>Sampah dapur masukkan saja semua kesitu, lalu timbun sampah dengan kompos yg ada. <br />Sebagai acuan efektifitas takakura ini, hasil limbah ikan biasanya langsung kumasukkan kesana, dan hasilnya tidak amis sama sekali. <br />Bahkan kalau ada sisa jeruk kumasukkan, maka baunya menjadi bau jeruk. <br />Satu hal yg aneh, sampah ini sampai 2-3 bulan tidak penuh. Pembuatan baru itu hanya karena kardus yang jadi lembek atau lagi kepingin buat pupuk untuk tanaman.</p>
<p><img style="max-width:800px;" src="http://ariadrianto.files.wordpress.com/2009/02/img0507a.jpg" height="352" width="439" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kemarilah.com/2009/02/04/sampah-tanpa-bau-mengelola-sampah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghilangkan Pilek dalam 5 menit</title>
		<link>http://www.kemarilah.com/2008/12/20/menghilangkan-pilek-dalam-5-menit/</link>
		<comments>http://www.kemarilah.com/2008/12/20/menghilangkan-pilek-dalam-5-menit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 03:48:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariadrianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jasmani]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pilek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariadrianto.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir 8 bulan ini aku tidak minum obat. Vitamin sering, tetapi obat apapun coba dihindari.

Salah satu penyakit yg paling menjengkelkan adalah pilek. Begitu pilek yg terbaik itu emang disikat tremenza (eh ini nama dagang bukan ya hehehe... ah biarin). Dijamin tidur malam pulas, besok pagi pilek kabur.  Cuman ya itu efek sampingnya yg agak susah, badan jadi malas bangun dan ngantuk terusss.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah hampir 8 bulan ini aku tidak minum obat. Vitamin sering, tetapi obat apapun coba dihindari.</p>
<p>Salah satu penyakit yg paling menjengkelkan adalah pilek. Begitu pilek yg terbaik itu emang disikat tremenza (eh ini nama dagang bukan ya hehehe&#8230; ah biarin). Dijamin tidur malam pulas, besok pagi pilek kabur.  Cuman ya itu efek sampingnya yg agak susah, badan jadi malas bangun dan ngantuk terusss.</p>
<p>Sudah kucoba pake reiki, seft dan lain-lain klenik (hehehe.. ngawur aja), tp tetap gak bisa. Selama ini sih karena males minum obat kucoba tidur doank, dan dalam dua hari pasti sembuh sendiri.  Tapi ya itu, lumayan tersiksa dua hari.</p>
<p>Minggu kemarin saat mulai badai pilek datang, kucatat ada yg aneh.  Setiap ada aktifitas, hidung tersumbat itu bisa dilupakan. Akhirnya kucoba tetap olahraga loncat tali walaupun kondisi pilek. Aneh setelah semenit loncat tali, sepertinya (maaf..) ingus kayaknya mengalir sendiri masuk ke tubuh. Dan setelah hitungan ke lima puluh, hidung sdh tidak tersumbat lagi. WOW&#8230; cobain deh kalau gak percaya. Sekarang setiap kali hidungku tersumbat pasti deh loncat-loncat selama 5 menitan&#8230; dan hidung langsung plong&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kemarilah.com/2008/12/20/menghilangkan-pilek-dalam-5-menit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reiki dan SEFT</title>
		<link>http://www.kemarilah.com/2008/02/20/reiki-dan-seft/</link>
		<comments>http://www.kemarilah.com/2008/02/20/reiki-dan-seft/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 06:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariadrianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jasmani]]></category>
		<category><![CDATA[Reiki]]></category>
		<category><![CDATA[Seft]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga dalam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariadrianto.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir dua minggu ini Ibu sakit keras. Dokter sudah menyatakan bahwa liver ibu mengalami luka permanen akibat diabetes yg dideritanya. Diabetes juga sdh mengenai jantung. Waduh... Subhanallah..

Insulin yg diberikan sdh tidak bisa lagi melalui oral (mulut), tetapi harus dibantu dengan insulin yg diinject setiap sejam sekali. Alatnya berupa jarum suntik yg diberi kayak penekan dengan digital timernya. Setiap jam insulin akan masuk dengan sendirinya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Sudah hampir dua minggu ini Ibu sakit keras. Dokter sudah menyatakan bahwa liver ibu mengalami luka permanen akibat diabetes yg dideritanya. Diabetes juga sdh mengenai jantung. Waduh&#8230; Subhanallah.. </p>
<p>Insulin yg diberikan sdh tidak bisa lagi melalui oral (mulut), tetapi harus dibantu dengan insulin yg diinject setiap sejam sekali. Alatnya berupa jarum suntik yg diberi kayak penekan dengan digital timernya. Setiap jam insulin akan masuk dengan sendirinya. </p>
<p>Beberapa kali ibu mengalami koma, justru bukan karena diabetes atau liver ataupun jantungnya, melainkan karena insulin yg disuntikkan berkala menyebabkan gula darah beliau mencapai 30 (satuannya apa lupa jg, tp seharusnya tidak boleh kurang dari 100). Heran juga pihak RS seperti tertutup dg hal tersebut. Ah.. kami sekeluarga gak puas.</p>
<p>Tepat hari keempat belas Ibu di RS Adi Husada, kami mulai gelisah, karena perkembangan bisa dikatakan nol. Aku mulai berdiskusi dg istriku untuk coba alternatif. Kupilih Reiki, walaupun mahal tetapi sepertinya bisa dijadikan alternatif terbaik dibandingkan klenik dan semacamnya. Istriku pun menyetujui, karena dia pikir yg penting berusaha dulu.</p>
<p>Akhirnya singkatnya aku sdh dibuka oleh pak&#8230; (lupa namanya). Diberi sertifikat lagi hehehe.. utk apa lagi ini. Lumayanlah setelah melalui proses sejam aku diberitahu cara penggunaannya. Beliau bilang tenaga dalam yg dulu kupelajari jg boleh ikutan nambah, tetapi jangan disalurkan karena berbeda banget. Wah.. susah banget misahinnya.</p>
<p>Beberapa kali kucoba reiki pada ibu selama di rumah sakit, sambil sedikit pemijatan. Ah belum ada hasil yg nyata kok, gak kayak di film-film.. hehehe&#8230; Akhirnya tepat 3 minggu Ibu disana, kami sekeluarga memutuskan memulangkan paksa Ibu. Waduh disertai wanti-wanti dari dokternya, bahwa pihak RS tidak bertanggung jawab jika ada apa-apa nantinya. Walah busuk benar menurutku. Sdh tidak ada perkembangan, bayarnya mahal, udah gitu gak bertanggungjawab lagi. Ah nonsense.. Bismillah, Alloh lah yang tahu nantinya bagaimana.</p>
<p>Sebulan sdh berlalu, Ibu yg berkali-kali koma di RS mengalami kemajuan yg berarti di rumahnya. Sdh bisa duduk dan berjalan sendiri ke depan TV. Setiap hari gula darah dicek sambil praktekin Reiki dan SEFT. Obat kimia juga jalan. Entah pengobatan mana yg membuatnya begitu, yg jelas semua mengalami progress yg sangat berarti. Sungguh sesuatu yg fantastis. </p>
<p>Alhamdulillah, 3 bulan kemudian aktifitas Ibu sdh normal. Mmmm.. tidak seperti saat sehat dahulu sih, tetapi sdh dapat menyapu, menanam bunga, bahkan mulai mengelola cateringnya lagi. Obat-obat kimia jg sdh mulai berkurang drastis. Subhanallah.. Sekali lagi tidak tahu pengobatan mana yg memberi hasil, bisa jadi semua pengobatan itu berefek sedikit-sedikit saling mendukung.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kemarilah.com/2008/02/20/reiki-dan-seft/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

